Senin, 10 Mei 2010
Jumat, 07 Mei 2010
Sejarah MTS. Fatahillah

Sejarah Madrasah Fatahillah - Pulo Kalibata
Mungkin Masyarakat sekarang ini mengenal Madrasah Fatahillah yang berada di Jl.Buncit Raya Pulo Kalibata terlihat sekolah yang biasa-biasa saja dan kurang menarik, namun dibalik kesederhanaan madrasah ini mempunyai sejarah yang panjang serta penuh lika-liku dalam pendirian dan pembangunannya sampai usianya yang hampir sama dengan merdekanya negeri ini, inilah rangkain sejarah yang akan di ulas oleh kepala sekolahMTs. Fatahillah sekaligus keturunan langsung yang menjadi saksi sejarah madrasah ini yakni Bpk. Abd. Mukti, BA :
SEJARAH YAYASAN PENDIDIKAN FATAHILLAH
Sekilas usaha orang pulo dalam mendirikan tempat pendidikan di pulo kalibata
Pada awal masa kemedekaan ada bebrapa orang tua yang ekonominya cukup kuat dan pndidikan agama pun tinggi berupaya untuk mendirikan tempat pendidikan berupa madrasah
Pada tahun 1949 an kelompok H. .Geni bersama Guru Matin mendirikan sebuah madrasah yang letaknya di belakang rumah H.Khair /Hj.latifah di tanah H.Dali Sekarang Rumag H.Didi )
Banguunan yang terbuat dari papan dan pager bedeg ukuran 2atau 3 lokal kecil hal ini dilakukan sebagai rasa peduli pada pendidikan anak –anak di kampong .Pulo tapi entah mengapa mereka susah dalam mencari murid .Mengapa ,Karena orang tua pada saat itu sudah mnyekolahkan anak-anaknya ke madrasah Guru Din.Kalibata
Beberapa tahun kemudian Guru Amat pun mendirikan bangunan madarasah yang letak dekat wr.pojok ( Sekarang gedung INA ) dan nasibnya pun sama
Pada Tahun 1953 dari sebuah cita – cita ingin mendidik anak bangsa di daerah kampung pulo dan sekitarnya ( pejaten , Kerobokan , pulo kecapi dan jati
3 Orang tokoh pendidikan Mualim Mukhtar Bin H.Sairun , Guru Muammad bin H.najihun dan Guru Matin ) di kalibata pulo berembuk dibantu dengan para pedangang dan tokoh masyarakat ( H.Geni dan Sabene, H.Madali, H. Hamid serta tokoh-tokoh lain yang tidak dapat disebut namanya )
Mualim mukhtar, dibantu guru Maten Guru Muhammad Najihun , serta H..Miat dan didukung oleh tokoh - tokoh dan masyarakat sekitar Orang Kaya dari keluarga H. Geni beserta Istri dan anak-anaknya H.Nawawi .H,Mawang, Hj.Latif saudara dan keponakan dari Mualim Mukhtar Penasehat juga Pejuang SP 88 Keluarga Besar Mahidi nyak Hj. Rokiah dan Komandan SP 88 H.Ma ruf Mahidi, Hakim SP 88 guru Mahali Hasan, H. Miat ,H. Romli Sairi Keluarga besar H.Abu H.Muhrim, H.Ketar, dll, H.Mukhtar Sairun H.Mung dan Kong Amad ,Wak Ejen ( Sebagian Besar adalah Pejuang SP 88 dan Tokoh Tokoh Muda . Nasarudin Samian /Mian,H.M.Shoheh(Santri ) Mandor .Rosyid Mawar Nurdin /zainudin Piqih RW, H.Romli Rt Srta masyarakat mereka sepakat akan membuat sebuah tempat Pndidikan .
Tahun 1951 Dari obrolan di Gubuk tempat mereka mengaji yang dipimpin oleh H.Joan maka dimulailah langkah baru. Mualim Mukhtar merelakan kebun jeruknya ( sebelah utara tanah Niin dan sebelah selatan rumah Marhasan Sebelah timur Jalan dan sebelah barat tanah H Abd.Salam ) untuk didirikan sebuah madrasah dipingir jalan raya dan untuk pertama kali didirikan sekolah tiga lokal mengarah kiblat, kenapa demikian ? jika nanti madrasah itu tidak mendapat murid bangunan itu akan di jadikan Mushollah.
Mulailah Mualim Mukhtar bergerak menghubungi H.Abd Rahman ( H.Amang ,Orang Tua dari Ust.Idris Fadillah yang saat itu mempunyai balok sebagai modal awal pembangunan madrasah setelah itu menghubungi H.Miat dan Bang Salim ( Tukang Rumah) kemudian mnghubngi mandor Rosyid kepala Lingkungan dan Pak RW Zainuddin Piqih dan H. Romli ketua Rt untuk mencari Amal mengumpulkan beras dari masyarakat untuk biaya pembangunan Madrasah .sestelah itu bergeraklah masyarakat dan tokoh-tokoh tersebut sesuai dengan keail hliannya dan masyarakat yang mempunyai pohon mereka merelakan pohonnya ditebang untuk di jadikan balok atau papan dan disumbangkan ke madrasah , ada yang menymbang Bedeg/Pagar bamboo dan bahan-bahan lainya
Arsitek /Tukang bngunannya di tunjuk H.Miat dan Bang Salim dan masalah keuangan pada awalnya di tangani oleh H.romli sairi untuk pembayaran tukang , maka berdirilah sebuah tempat pendidikan Madrasah dengan tiga lokal dan tenaga pengajarnya adalah Mualim Mukhtar bin H.Sairun , H.Muhammad Bin H.Najihun dan Guru Maten serta dibantu guru – guru muda lainnya.dan madrasah itu pun diberi nama Tarbiyatul Atfaldan murid-muridnya pun dari lingkungan sekitar .
Maka pada tahun 1953 ada Renovasi lokal dan bergabunglah tokoh-tokoh muda . H.M.Shoheh H.Muhrim dan H.Nasaruddin, Lokal yang semula dindingnya dari Bedek Bambu di ganti dengan papan sedangkan atap masih terbuat dari bedek
sedang tenaga pengajar atau tokoh-tokoh/ guru berhubungan dengan Guru Mugeni kuningan , Mualim Muhammad oarng tua dari H.Khotib Ahmad, Pesantren Al Barkah Lemah Abang H.Abdullah Syafii (Perguruan Assafiiyah ) dan Istrinya H.Rogaya Ahamd adik dari H.Khotib Ahmad dan Guru H.zenab(yayasan MI anNuriah Bukit duri orang tua dari H.syatiri serta H.Syatiri Ahmad mantu dari Guru Thohir ( Attahiriyah )
Untuk mencari murid Mulaim Mukhtar mengajak muridnya agar anak di sekolahkan di Madrasah yang dibuatnya , Di Pulo Kecapi di mengajar di Mushollah AlIjtihad ( H.Brohim ) di condet Pejaten H.Hamim dan H.samai dan H.Abd. Jabar di kerobokan Guru Mugeni H,Hasim Orang tua H saenun M.Noor.Keluarga Besar H.Mukhtar ( orang Tua Ustz H.Haris Rw 04 Kerobokan /Pejaten Barat ) Tokoh-okoh dari Al Ihlas dan langgar Attaufik Jembatan Serong Guru Hasan dan Di pejaten Barat dimushollah Kong Amad, Al Falihin dan Langgar Cengeng , di pekayon beliau mengajar di masjid Nurul Yakin ust M.Ali ,dan di Mangga Besar Langgar H. Toil dan di Bantu oleh Lurah lare Sedangkan di Sawah bunder serta langgar Asem Di komani H.Miat untuk daerah Ridig Club Orang Tua ngku Jamil dan langgar Nek Boyong dan Sawah Kayu Putih Keluarga H.Miat dan daerah pekayon Sedangkan Guru Amat guru Thoyib dan Guru maten disebelah Belilir Masjid assalafiayah Kelompok Wak Elim , H.Madina, H.Amang H.Toa. dan daerah kerobokan langgar H.Bini, Walaupun demikian anak muda saat itu ada juga yang Belajar mengaji dengan Kong ngutang dilanggar Al Mustaqfirin setelah H.Joan tiada,seperti H.Ali, H.Hamzah , di tengah H.Idrus Rt 09 dan teman-temannya.
Tahun 1953 berdirilah Sebuah Madrasah dengan ukuran local 6 x 5 tiga lokal dan satu ruang guru/ Kantor dindinya terbuat dari Papan dan atas terbuat dari bedek /pager Bambu dan langit-langitnya terbuat dari bedek sedang lantainya tanah dan murid-muridnya banyak berdatangan dari kampung Pulo,pulo kecapi, condet Pejaten (Al Jabar ) , Sawah Bunder, Mangga Besar, Pekayon,Kerobokan, Pejaten dan sawah kayu Putih / Langgar Nek Boyong dan riding Club. Dan Pasar sao Senger.
Madrasah Wajib Belajar Tarbiyatul Atfal ( MWBTarbiyatul Attfal ) yang dipimpin oleh Mualim / Guru Muhtar bin H.Sairun, di Bantu Guru Muhammad Bin H,Najihun serta Guru Maten dan H.Miat Dll. untuk ketua dipimpin Oleh Mualim Mukhtar selain untuk anak-anak bersekolah pada hari Minggu Sore di gunakan untuk pengajian Ibu-Ibu serta tempat Peringatan Maulidnya Ibu-Ibu.
Sedangkan Guru-gurunya Selain yang tiga H.M. Shoheh,. Marhasan ( Sebentar)H.Satiri anak Guru H.Zenab dari Bukit Duri , H.Satiri Ahamd suami Hj.Suryani Thohir dan Marhasan Tetapi Hanya sebentar, Selain itu juga ada beberap aorang dari pesantren Al Barkah Lemah Abang, Dan dari Pulo , Hamid dan lain –lain
Beberapa tahun kemudian madrasah yang hanya tiga lokal ditambah menjadi enam lokal kira-kira tahun 1957 -1958 yang semula papan di ganti dengan Batu setengah dan atas Papan dan langit-langit masih terbuat dari bedek dan sekat lokal masih terbuat dari Papan. Dan lantai masih tanah dan gurunya antara lain , ustaz H. Kurnain, Thohir M.Noor ( Engku Tohir )
Beberapa tahun tahun ( Th.62-an ) di renovasi kembali dengan dan penambahan raung kantor dan lantai terasnya dpannya di ploor dengan semen dan Halaman upacara diberi tiang bendera terbuat dari semen dan batu bata. pembuatan pagar dari kawat geplak dan pondasi batu bata merah
terjadi perpecahan Guru Matin dan guru Amat memisahkan diri dan nama Tarbiyatul Atfal di ambil untuk di jadikan nama Madrasahnya. Guru Muhammad Bin H.Najihun mendirikan Madrasah di rumanya dan bebrapa tahun kemudian berdirilah sekolah di depan rumah H.Abit dan tepatnya samping pohon Gandaria ( sekarang Fasifik Motor ) lalu adapihak yang mewakapkan tanah di samping rumah H.hamid atau masjid / Makam pohon Aren dan bagian belakang keluarga H.Badariah Istri H.Noor ikut mewakafkan tanahnya disamping Masjid untuk di jadikan madarsah enam lokal dan terbuat dari batu merah dan lantai di semen.lalu bagaimana muridnya yah tergantung orang tuanya.dan gurunya salah satunya ust zainudin dan .Iping yang kita kenal H Asmat ZA dll
Lalu Bagaimana dengan Madrasah Guru Mutang ?
Guru Mugeni Sulaiman adalah seorang yang sangat bijak,dialah yang memberi nama Raudhatul Atfal .
Beliaulah Yang mengajak dan menugaskan H.Abd.Salam ( engku Salam untuk bergbung dengan rekan barunya . Idris Fadilah pulang dari Gontor mantu H.Nasarudin, Rahmat AlBadri,anak H.Muhkatar Suryadi H,Wahab Abd.Rahman Sami Muhammad.Yusuf H.Usman syarif Anak Kong Amad H.Asmat ZA juga bergabung dan .Marhasan MualimMukhtar ( merka mengjar sambil berdagang dan tidak lama) .dan yang bertahan hanya beberapa orang Selain Mualim Mukhtar. H.Miat ,H.syatiri Engku.Salam Idris Fadillah, H, Asmat, Rahmat al Badri dan Abd.rahman Sami dan pada tahun 1964 bergabung Pula H,Ahfas Arsyad setelah ia lulus UGA dan inipun sambil berdagang.
Dengan adanya perbedaan pendapat terjadinya perpecahaan ini ada hikamh yang dapat kita ambil yaitu kita dapat memiliki 2 lembaga pendidikan .Al Hamdulillah sampai sekarang dapat berkembang dengan baik.dan Ustax H.M. Shoheh diangjkat menjdi kepala sekolah dan dibantu teman teman lain yang muda-muda
.pada saat ini administrasi sekolah masih berantakan dan korikulumnya system pesantren Pada tahun 1963 Mualim Muhtar meminta keponakan tiri Nyak Merah dan Nyak Rame ( Keluarga H.Ketar ) untuk membantu menangani adminstrasi sekolah ini dan bersamateman-teman merapikan system Administrasi sekolah Versi lain Abd.Salam diminta oleh Guru Mugeni sulaiman untuk membantu mengajar di Ruadatul Atfal
Pada Saat Ini baru
Mata pelajaran yang di ajarkan Khusus agama Islam dan dasar-dasar ilmu nahu dan sorof. Akhlak Lilbanin, Mutholaah dan Mahfuzat, Hadis, Piqih, Tarikh Islam ilmu Falak. Dan peljaran Umum seperti Berhitung, membaca menulis latin Dll.
Dan para pemuda yang dari pesanten mulai berperan Ustaz Idris fadillah , Abd Rahman sami , Usman syarif
Dan murid-murid sekolahin semakin bertmbah banyak maka diputuskan untukmembuka sekolah petang dan ditunujuklah Abd.ramhan sami untuk memmimpin sekolah siang dan pelajarannya pun khusus agama untuk memnuhi keinginan orang tua yang menyekolahkan anaknya di SD dan sekolah Diniyah di Madarasah dan hal ini menambah antusias masyarakat untuk menyekolahkan anknya di madarasah
Persoalan baru yaitu masalah lokal
Maka pada tahun 1966 diadakan rehab dan penambahan ruang menjadi leter U dinding belakang yang dari bedek diganti dengan papan dan dan raung dibuat memanjang untuk pemisah lokal dibuat skat yang dapat di buka tutup dan jika ada acara imtihan /kenaikan kelas acara diadakan didalam ruangan contoh : pernah pada saat imtihan Ustz Idris menampilkan Drama kolosal yang di beri judul Sultan saladin. Mansur bang Duan.Kotab /tabrani , Kurnain Faton.Roazali Mukhtar dan yang manjadi Sulatan saladin Aang ( Al Marhum )Bang Amad
Semakin tahun semakin brtambah dan hal ini menimbulakan masalah baru yaitu murid-murid yang sudah mencapai kelas 6 kejenjang yamh lebih tinggi setingkat SMP untuk mengatasi hal itu pertama mereka naik ke kelas 7 dan ditempatkan di depan rumah Mualim/guru Mukhtar * mereka menyebutnya Kong Ngutang .
Para pendiri pun mulai berushaha untukmndirikan sekolah baru stingkat SMP yang dikenal dengan nama MTs ( Tsnawiyah ) Diprakarsai oleh Bapak H.nasarudin mian ( H.Nase ) mereka berkumpul dan membeli sbidang tanah dan terpilihlah tanah yang bersebrangan dengan tanah wakap mualim mukhtar yaitu tanah Bang mutang orang tua dari Ustaz Rahmat al badri, / abd.razak stelah dilelang dan bebrapa orang patungan membeli dan kekurangannya di tutup oleh H.nasarudin dan Abu Hanifah H,Niin dan ditambah lagi tnah H.romli ( kandang sapi serta Comberanyan diurug )sehingga pas bersebelahan dengan tanah H,romli Sairi,
Pada tahun 1966 SD Pejaten dirahab maka Engku salam dan H.nasaruddin menghubungi Dinas Pdan K dibantu Guru mugeni sulaiman untuk meminta bantuan batu-batu bekas serta meja belajar untuk disumbangkan ke Raudatul atfhal dan al hamdulillah berhasil
Pada tahun 1967 mulailah dibangun sebuah gedung Madrasah Tsanawiyah Raudhatul atfal
Dan seluruh masyarakat iku membantu dan menyumbangkan tenaga ,harta dan pkiranya.
Ibu-Ibu membantu berbondong-bondang membantu mncuci genteng anak anak turut menumbuk batu-bantu merah untuk campuaran aduakn pasir dan kapur sert semen dan ini semata-mata hanya mencari keridaan dari Allah dan kebanggan akan dirinya dan rasa memiki yang tinggi.semua berjuang dan semua miliki.( tidak ada merasa milik Pribadi dan ingin menguasai semua adalah milik Allah dan hanya mencari keridhaan allah ) Kepercayaan masyarakat yang begitu tingi menambah semangat para pengurus untuk saling bahu mmbahu untuk keajuan bersama Bukan keluarga dan bukan keturunan ) Tetapi walaupun demikian mereka tetap menyebutnya madrasah guru Mutang /dan mereka memangilnya KONG NGUTANG . walaupun mereka tidak memiliki tali /dara keterunan tetap memanggil KONG NGUTANG
